PROFIL

  1. SEJARAH DIREKTORAT SAMAPTA

Dit Samapta Polda Kalsel merupakan unsur pelaksana tugas pokok yang berada di bawah Kapolda. Dit Samapta Polda Kalsel bertugas menyelenggarakan kegiatan Turjawali, bantuan satwa, pengamanan unjuk rasa, dan pengendalian massa. Dalam melaksanakan tugasnya Dit Samapta Polda Kalsel menyelenggarakan fungsi:

  • pengembangan sistem dan metode serta penyusunan peraturan teknis pelaksanaan tugas Dit Samapta Polda Kalsel;
  • pemantauan, supervisi staf, pemberian arahan dalam rangka sosialisasi, dan asistensi guna menjamin terlaksananya penyelenggaraan tugas Dit Samapta Polda Kalsel;
  • pemberian bimbingan, arahan, dan pelatihan teknis dalam pelaksanaan tugas di lingkungan Dit Samapta Polda Kalsel;
  • perencanaan kebutuhan personel, peralatan materiil khusus Samapta dan pendistribusiannya, perencanaan kebutuhan anggaran serta pengajuan usulan, saran, pertimbangan penempatan, atau pembinaan karir personel Dit Samapta Polda Kalsel;
  • penyiapan kekuatan personel dan peralatan untuk kepentingan tugas Turjawali, pengamanan unjuk rasa, pengendalian massa, negosiator, serta SAR.
  • pembinaan teknis pemeliharaan ketertiban umum berupa penegakkan hukum tindak pidana ringan dan TPTKP;
  • pemeliharaan, pelatihan, dan penggunaan satwa dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban; dan
  • pengumpulan dan pengolahan data, serta penyajian informasi dan dokumentasi kegiatan program Dit Samapta Polda Kalsel.

 

Dit Samapta Polda Kalsel dipimpin oleh Direktur Samapta yang bertanggung jawab kepada Kapolda, dan dalam pelaksanan tugas sehari-hari di bawah kendali Wakapolda.

 

Istilah Sabhara diganti dengan Samapta tidak berdasarkan Skep Khusus tetapi dari munculnya Keputusan Kapolri No. Pol.: Kep/53/X/2002 Tanggal 17 Oktober 2002 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Satuan-satuan Organisasi pada Tingkat Mabes Polri dan Keputusan Kapolri No. Pol. : Kep/54/X/2002 Tangal 17 Oktober 2002 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Satuan-satuan Organisasi Polri Pada Tingkat Kewilayahan, pada keputusan tersebut istilah Sabhara Hilang berganti dengan Samapta.

Kata Samapta kependekan dari Samapta Bhayangkara, yang berarti:

SAMAPTA            : Keadaan siap siaga, siap sedia dari waspada

BHAYANGKARA : Istilah Bhayangkara, nama pasukan pengawal Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Mahapatih Gajah Mada yaitu “Bhayangkari”, yang berarti sebagai Pengawal/Penjaga Kerajaan

Direktur Samapta dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Wadir Samapta yang bertanggungjawab kepada Dir Samapta.

 

Dit Samapta terdiri dari beberapa Sub Satker yaitu:

  1. Subbagian Perencanaan dan Administrasi (Subbagrenmin);
  2. Bagian Pembinaan Operasional (Bagbinopsnal);
  3. Subdirektorat Penugasan Umum (Subditgasum);
  4. Subdirektorat Pengendalian Massa (Subditdalmas); dan
  5. Unit Satwa.

 

  1. BAG BINOPSNAL DIT SAMAPTA

       Bagbinopsnal menyelenggarakan fungsi:

  • pemberian bimbingan teknis dalam pelaksanaan tugas Dit Samapta Polda Kalsel kepada satuan kewilayahan; dan
  • pengelolaan, penganalisisan, pengevaluasian, dan penyajian data, informasi, dan dokumentasi di lingkungan Dit Samapta Polda Kalsel.

Dalam melaksanakan tugasnya, Bagbinopsnal dibantu oleh:

  • Subbagian Administrasi Operasional (Subbagminopsnal), yang bertugas melaksanakan pembinaan manajemen operasi dan latihan; dan
  • Subbagian Analisis dan Evaluasi (Subbaganev), yang bertugas menyelenggarakan Anev serta mengelola informasi dan dokumentasi di lingkungan Dit Samapta Polda Kalsel
  1. SUBBAG RENMIN DIT SAMAPTA

Subbagrenmin bertugas menyusun perencanaan program kerja dan anggaran, manajemen Sarpras, personel, dan kinerja, serta mengelola keuangan dan pelayanan ketatausahaan dan urusan dalam di lingkungan Dit Samapta Polda Kalsel. Dalam melaksanakan tugasnya, Subbagrenmin menyelenggarakan fungsi:

  • penyusunan perencanaan jangka sedang dan jangka pendek, antara lain Renstra, Rancangan Renja, Renja, kebutuhan sarana prasarana, personel, dan anggaran;
  • pemeliharaan perawatan dan administrasi personel;
  • pengelolaan Sarpras dan penyusunan laporan SIMAK-BMN;
  • pelayanan fungsi keuangan yang meliputi pembiayaan, pengendalian, pembukuan, akuntansi, dan penyusunan laporan SAI serta pertanggungjawaban keuangan;
  • pengelolaan dan pelayanan ketatausahaan dan urusan dalam; dan
  • penyusunan LRA dan pembuatan laporan akuntabilitas kinerja Satker dalam bentuk LAKIP meliputi analisis target pencapaian kinerja, program, dan anggaran.

Dalam melaksanakan tugasnya Subbagrenmin dibantu oleh:

  1. Urren, yang bertugas membuat Renstra, Rancangan Renja, Renja, RKAKL, DIPA, Penetapan Kinerja, KAK atau TOR, RAB, dan menyusun LAKIP Satker, serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program bidang Dit Samapta Polda Kalsel di lingkungan Polda;
  2. Urmin, yang bertugas menyelenggarakan kegiatan administrasi umum personel dan materiil logistik;
  3. Urkeu, yang bertugas menyelenggarakan kegiatan pelayanan keuangan;
  4. Urtu, yang bertugas menyelenggarakan kegiatan ketatausahaan dan

Bagbinopsnal bertugas melaksanakan pembinaan manajemen operasional dan latihan serta penyelenggaraan Anev

  1. SUBDIT GASUM

 

Subdit Gasum  menyelenggarakan Turjawali serta SAR. Dalam melaksanakan tugasnya Subdit Gasum menyelenggarakan fungsi:

  • pengaturan dan penjagaan di lingkungan markas Polda;
  • pengawalan terhadap pejabat VVIP, VIP, dan tamu Polda sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
  • pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli pada daerah-daerah rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat; dan
  • pelatihan peningkatan kemampuan dan operasionalisasi SAR.

Dalam melaksanakan tugasnya Subdit Gasum dibantu oleh:

  1. Seksi Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Siturjawali), yang bertugas mengatur dan menyelenggarakan kegiatan turjawali; dan
  2. Seksi Pengamanan dan Penyelamatan (Sipamwat), yang bertugas melaksanakan pengamanan dan penyelamatan terhadap bencana alam yang terjadi.
  1. SUBDIT DALMAS

Subdit Dalmas bertugas menyiapkan personel dan perlengkapan untuk pengamanan unjuk rasa dan Pengendalian Massa (Dalmas) serta melaksanakan negosiasi. Dalam melaksanakan tugasnya Subditdalmas menyelenggarakan fungsi:

  • pelatihan peningkatan kemampuan pengamanan unjuk rasa dan penggunaan peralatan Dalmas;
  • penyiapan dan pengerahan personel dan perlengkapannya untuk pengamanan unjuk rasa;
  • peningkatan kemampuan dan pemberdayaan negosiator untuk menghadapi unjuk rasa; dan
  • pemeliharaan dan perawatan personel dan peralatan Dalmas.

 

Dalam melaksanakan tugasnya Subditdalmas dibantu oleh:

  1. Seksi Negosiasi (Sinego), yang bertugas meningkatkan kemampuan, memberdayakan, dan melakukan pembinaan teknis negosiator; dan
  2. Seksi Pasukan Pengendali (Sipasdal), yang bertugas menyiapkan personel dan perlengkapan, pelatihan, serta pemeliharaan peralatan Dalmas dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pengamanan unjuk rasa.

 

  1. UNIT K-9

 

Unit Satwa bertugas menyelenggarakan dan melaksanakan pembinaan teknis satwa yaitu pelacakan dan penangkalan, serta pemeliharaan satwa dan memberikan bantuan taktis pelaksanaan tugas penyelidikan dan penyidikan dan/atau pembinaan keamanan. Dalam melaksanakan tugasnya, Unit Satwa menyelenggarakan fungsi:

  • pembinaan teknis satwa meliputi pelacakan dan penangkalan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban;
  • pemberian bantuan taktis dalam rangka penyelidikan dan penyidikan dan/atau pengamanan; dan
  • pemeliharaan dan veteriner terhadap satwa, serta pelatihan pelacakan dan penangkalan.

 

Dalam melaksanakan tugasnya, Unit Satwa dibantu oleh:

  1. Sub Unit Pelacakan dan Penangkalan (Subnitcakkal), yang bertugas melaksanakan kegiatan satwa dalam rangka pelacakan dan penangkalan; dan

Sub Unit Pemeliharaan dan Veteriner (Subnitharvet) yang bertugas menyelenggarakan pemeliharaan dan veteriner terhadap satwa